Produk-produk


 Sarong Kendoro
Material Prima

IDR 195,000.

Pemesanan,

contact:
Bu Yuni
083838914916
hwayuningsih@gmail.com

Sarong Tiga negeri
Material Prima

IDR 190,000.

Pemesanan,

contact:
Bu Yuni
083838914916
hwayuningsih@gmail.com

 Satu warna Biru
Material Prima

IDR 245,000.

Pemesanan,

contact:
Bu Yuni
083838914916
hwayuningsih@gmail.com


Selendang Kendoro
Material Prima

IDR 225,000.

Pemesanan,

contact:
Bu Yuni
083838914916
hwayuningsih@gmail.com
Selendang Tiga Negeri
Material Prima

IDR 220,000.

Pemesanan,

contact:
Bu Yuni
083838914916
hwayuningsih@gmail.com
Satu warna Coklat
Material Prima

IDR 250,000.

Pemesanan,

contact:
Bu Yuni
083838914916
hwayuningsih@gmail.com
Tapeh Kendoro
Material Prima

IDR 195,000.

Pemesanan,

contact:
Bu Yuni
083838914916
hwayuningsih@gmail.com
Tapeh Tiga Negeri
Material Prima

IDR 195,000.

Pemesanan,

contact:
Bu Yuni
083838914916
hwayuningsih@gmail.com




Read more...

Batik Lawangsewu

Ada yang mencolok dalam seremonial peresmian Purna Pugar Lawangsewu,Agenda yang dilanjutkan dengan pameran kerajinan Jawa Tengah ini nyaris semua pejabatnya mengenakan batik semarang dengan motif Lawangsewu Ngawang.

Padu padan warna hijau emerald dengan coklat soga khas batik seakan meruntuhkan konvensi bahwa pejabat selalu mengenakan warna partai penguasa.

Namun, yang lebih menarik, mencermati motif yang diciptakan Umi S Adisusilo, seorang perajin batik dari Sanggar Batik Semarang 16. Dalam motif tersebut, digambarkan Gedung Lawangsewu sedang mengangkasa di antara awan.

"Itu motif saya ciptakan tahun 2006 dan sudah mendapatkan Haki. Karena tergolong batik kontemporer, saya padukan dengan pola megamendung dari Jawa Barat," kata Umi.

Pola Lawangsewu mengangkasa ini merupakan terjemahan situasi saat itu, di mana tahun 2006, gedung tua yang dibangun tahun 1904 dengan arsitek dari belanda, Prof Jacob K Klinkhamer dan BJ Ouendag, ini tampak sia-sia. Sementara itu, pada saat yang sama, Pemerintah Kota Semarang menjadikan gedung utama NIS (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) sebagai ikon kota.

"Keinginan menjadikan isu Lawangsewu sebagai arus utama seakan hanya berada di awang-awang. Lahirlah motif itu," tutur Umi. Umi S Adisusilo adalah seorang seniman batik terdepan di Semarang. Saat ini karyanya telah lebih dari 700 motif dan semuanya sudah didaftarkan Haki.

Dengan diluncurkannya motif itu lima tahun lalu, diharapkan pemerintah segera menangani bangunan bersejarah untuk melestarikan dan merevitalisasi bangunan itu. Dan, hal itu direspons dengan baik oleh pemerintah melalui pemugaran Gedung Lawangsewu serta pemanfaatannya agar bangunan itu tak lagi mangkrak.

Motif Lawangsewu sebenarnya telah menghasilkan beberapa varian, hanya saja motif Lawangsewu Ngawang seakan menjadi masterpiece di Sanggar Batik Semarang 16, bersama motif Asem Arang, Merak Njeprak, Merak Mangu, dan beberapa motif lain.

Sanggar batik yang diawali dari sebuah rumah tinggal ini merupakan embrio lahirnya batik semarang kontemporer tahun 2000-an. Sanggar itu pula yang memberikan pelatihan dalam upaya menghidupkan/revitalisasi kampung batik semarang. Dari berbagai pelatihan yang dikerjakan, saat ini Semarang memiliki beberapa perajin.

"Motif-motif kami biasanya lahir dari riset yang cukup komprehensif. Jadi, bukan asal menggambar berdasarkan imajinasi saja sehingga kami bisa bercerita mengenai dongeng di balik motif itu," kata Umi.

Ani Yudhoyono mengenakan motif Lawangsewu Ngawang bukan tanpa sebab. Ny Sri Bibit Waluyo, istri Gubernur Jateng, yang memilih untuk seragam pejabat yang hadir. Ia langsung memilih motif itu begitu melihat komposisinya. Lawangsewu Ngawang adalah motif batik bernuansa kritik sosial, tetapi pejabat sekelas Menbudpar Jero Wacik dan bahkan Ibu Negara ternyata tak alergi mengenakannya.
source:kompas

Read more...

Harga ditentukan oleh Warna


Batik Tulis Lasem seharusnya berharga murah, bukankah bahan katun primis harganya cuma puluhan ribu rupiah untuk selembar batik?
 
Pertanyaan seperti ini seing muncul. Dan jawabnya sudah siap tersedia, yakni selain bahan/kain, ada faktor lain sebagai penentu harga Batik Tulis Lasem, salah satunya warna!

Selain keunikan motif, warna menjadi roh dan nilai tertinggi Lasem Batik Art (Seni Batik Tulis Lasem).


Warna legendaris Batik Tulis Lasem adalah merah darah. Keabadian keindahan warna merah darah ini sudah terpatri dalam catatan sejarah Batik Indonesia. Konon tidak ada pembatik di daerah lain yang bisa membuat warna merah darah seindah merah darah Batik Tulis Lasem.

Namun demikian, arus zaman telah membawa Batik Tulis Lasem ke era penuh warna. Kini Batik Tulis Lasem sangat color full. Keindahan warna merah darah sering diselaraskan dengan warna-warna lain, terutama warna khas daerah lain. Hasilnya, tampilan Batik Tulis Lasem semakin memancarkan aura keindahan multikultural.

Read more...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Powered By Blogger

  © Blogger template Batik bagus by Xinatra 2011

Back to TOP